senandung senja menghiasi sudut hati yang kelam…
berharap tidak sekelam sang malam…
walaupun tak berharap menerangi malam…
hanya ingin membagi cahaya yang sedikit redup…
kata-kata hanya menyakitkan hati…
aku tak peduli…
apapun itu aku tetap meyakinkan diri…
bahwa itu bukan aku…
benteng terkuat adalah keteguhan hati…
dan lawan terkuat adalah diri sendiri…
berharap tidak sekelam sang malam…
walaupun tak berharap menerangi malam…
hanya ingin membagi cahaya yang sedikit redup…
kata-kata hanya menyakitkan hati…
aku tak peduli…
apapun itu aku tetap meyakinkan diri…
bahwa itu bukan aku…
benteng terkuat adalah keteguhan hati…
dan lawan terkuat adalah diri sendiri…
aku adalah diri ku... yg harus engkau ketahui...



8 chit chat:
saya sedang baca..
cuba untuk faham..
bahasanya tinggi...he......
Zai,
Wah, di rumah kecil ini ada puisi yang indah. Empunya puisi bagaikan sedang dilamun cinta!
Zai,
Ini ada sebait puisi untuk zai:
Mantaplah dalam makna peribadi
Terkalis dalam kata-kata sinis
Maraklah sinar di hujung malam.
alahai zai... ko merajuk lg ngan dia ye? susa2 cari lain je le zai [batu api]. hehehe...
sekian lama, aku sedang memahami dirimu zai....hehe
jinggo,
perlu baca
perlu faham
ada kata2 terselindung kat situ...
tak pee... kalau nak zai boleh list kan...he.
mantan,
"dilamun cinta"... haha...ngan saper yea... zai nak tahu juga..he
thank..bait puisi tue...
bahaya... macam tahu jeee maknanye..
teja,
hehe... mana ada... tgh bergurau senda nie....
jauh di mata dekat di hati...he
pemburu cinta,
terima kasih... krn cuba memahami... teruskan usaha tue...hehe...
Post a Comment